Selamat Datang di Website Resmi Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat
Home » Ragam » Daftar Istilah

Daftar Istilah

  • A

  • AAS

    Asosiasi Alkohol dan Spiritus
  • ACPC

    Asosiation of Coffee Producing Countries
  • AEKI

    Asosiasi Eksportir Kopi Indinesia
  • AELI

    Asosiasi Eksportir Lada Indonesia
  • AEPA

    Asosiasi Eksportir Pala Indonesia
  • AEPI

    Asosiasi Eksportir Panili Indonesia
  • Agensia Hayati

    Salah satu sarana pengendalian OPT berupa Parasit, Predator, Patogen (Jamur, Virus, Bakteri)
  • Agribisnis

    Pengembangan usaha tani secara terpadu sejak dari penyediaan agro Input, penanaman sampai pemasaran hasil
  • Agroindustri

    Industri yang mengolah produk pertanian
  • Agroinput

    Sarana produksi pertanian berupa bibit, pupuk, obat-obatan, dan lain-lain.
  • AIMI

    Asosiasi Industri Mete Indonesia
  • Ambang Kendali

    Batas populasi tertinggi yang harus segera dikendalikan
  • Ambang Toleransi

    Batas tertingi tingkat kepadatan populasi hama atau derajat kerusakan tanaman akibat serangan hama penyakit yang masi dapat ditoleransi
  • Amdal

    Analisa mengenai dampak lingkungan adalah hasil studi mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup.
  • ANDAL

    Analisa Dampak Lingkungan
  • Angiospermae

    Berbiji terbungkus
  • Anthophyta

    Tumbuhan bunga
  • Antioksidan

    adalah substansi yang diperlukan tubuh untuk menetralisir radikal bebas and mencegah kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas terhadap sel normal, protein, dan lemak.
  • AP3I

    Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia
  • API

    Asosiasi Pala Indonesia
  • Arabikanisasi

    Pengembangan Kopi Arabika melalui konversi kopi Robusta di wilayah dengan ketinggian tempat di atas 700 m dari permukaan laut.
  • ASBENINDO

    Asosiasi Perbenihan Indonesia
  • ASKINDO

    Asosiasi Kakao Indonesia
  • ASKINDO

    Asosiasi Kakao Indonesia
  • ATI

    Asosiasi Teh Indonesia
  • B

  • B F

    Boumont Fukunaga : Sistim pangkasan rejuvinasi dengan menggunakan sistem bans/ blok siklus 2-4 tahun.
  • Benih Bersertifikat

    Benih Bersertifikat adalah benih yang telah melalui proses pengujian, sehingga terjamin mutunya.
  • Benih Bina

    Benih Bina adalah benih dari varietas unggul yang produksi dan peredarannya diawasi dan telah dilepas oleh Menteri Pertanian.
  • Benih Dasar

    Benih Dasar adalah keturunan pertama dari Benih Penjenis yang memenuhi standar mutu kelas Benih Dasar.
  • Benih Hibrida

    Benih Hibrida adalah keturunan pertama (F1) yang dihasilkan dari persilangan antara 2 (dua) atau lebih tetua pembentuknya dan atau galur induk/inbrida homozigot.
  • Benih Hibrida

    Benih Hibrida adalah keturunan pertama (F1) yang dihasilkan dari persilangan antara 2 (dua) atau lebih tetua pembentuknya dan/atau galur induk/inbrida homozigot.
  • Benih Introduksi

    Benih Introduksi adalah benih varietas baru/klon/hibrida/ galur/mutan/benih transgenik yang didatangkan dari luar negeri dan belum pernah beredar atau diperdagangkan di Indonesia.
  • Benih Penjenis (breeder seed)

    Benih Penjenis (breeder seed) adalah benih yang diproduksi dibawah pengawasan pemulia yang bersangkutan dengan prosedur baku yang memenuhi sertifikasi sistem mutu hingga tingkat kemurnian genetik varietas (true - to - type) terpelihara dengan sempurna.
  • Benih Pokok

    Benih Pokok adalah keturunan pertama dari Benih Dasar atau Benih Penjenis yang memenuhi standar mutu kelas Benih Pokok.
  • Benih Rekalsitran

    Benih Rekalsitran adalah benih yang cepat kehilangan daya tumbuhnya.
  • Benih sumber

    Benih sumber adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memproduksi benih yang merupakan kelas-kelas benih, meliputi benih inti, benih penjenis, benih dasar dan benih pokok.
  • Benih Tanaman

    Benih Tanaman yang selanjutnya disebut benih adalah tanaman atau bagiannya yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangkan tanaman.
  • Benih Tanaman

    bagian yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangkan benih.
  • Berkebun

    adalah pertanian yang dilakukan dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah.
  • Botani

    merupakan salah satu bidang kajian dalam biologi yang mengkhususkan diri dalam mempelajari seluruh aspek biologi tumbuh-tumbuhan.
  • BPBTP

    Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan
  • BPTP

    Balai Proteksi Tanaman Perkebunan
  • Buah

    adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan.
  • Bunga

    atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, "tumbuhan berbiji tertutup").
  • C

  • CCDC

    Coorporate Commodity Development Center
  • D

  • Demplot

    Demontrasi Plot : Petak percontohan
  • Diversifikasi/penganekaragaman pangan

    adalah proses pemilihan pangan yang tidak tergantung pada satu jenis saja, tetapi diharapkan dari berbagai jenis bahan pangan.
  • E

  • Empon - Empon

    Kumpulan nama obat - obatan yang berasal dari akar/rimpang (Jahe, Kunir, Kunyit)
  • F

  • FAMNI

    Federasi Minyak dan Lemak Nabati Indonesia
  • G

  • GAPKI

    Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia
  • GAPKINDO

    Gabungan Perusahaan Karet Indonesia
  • Gapoktan

    gabungan dari beberapa kelompok tani yang melakukan usaha agribisnis di atas prinsip kebersamaan dan kemitraan sehingga mencapai peningkatan produksi dan pendapatan usahat ani bagi anggotanya dan petani lainnya.
  • Germas

    Gerakan Massal.
  • Ginnery

    Pabrik pengolah kapas berbiji
  • GPP

    Gabungan Pengusaha Perkebunan
  • GPPI

    Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia
  • Gula Rafinasi

    Gula berbentuk kristal dengan kualitas terbaik untuk konsumsi industri makanan, minuman dan obat-obatan serta masyarakat lapisan tertentu.
  • H

  • Hablur

    Gula Murni dalam bentuk kristal
  • Harga Af Pabrik

    Harga jual gula Bulog kepada penyalur dari pabrik gula
  • HET

    Harga Eceran Tertinggi (untuk gula)
  • HGU

    Hak Guna Usaha (Pasal 26, 29 dan 30) Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960. Hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu pal¬ing lama 35 tahun dan dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 25 tahun. Yang dapat mempunyai HGU ialah: (a) Warga Negara In¬donesia, (b) Badan Hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia. HGU dapat dijadikan jaminan pinjaman dengan dibebani hak tanggungan. HGU juga dapat diberikan atas tanah yang luasnya paling sedikit 5 Ha, dengan ketentuan bahwa jika luasnya 25 Ha atau lebih harus memakai investasi modal yang layak dan teknik perusahaan yang baik. HGU dapat beralih dan dialihkan kepada pihaklain. HGU hapus, karena: (a) jangka waktunya berakhir; (b) dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat tidak dipenuhi; (c) dilepaskan oleh pemegang haknya; (d) dicabut oleh kepentingan umum; (e) ditelan-tarkan; (f) tanahnya musnah; (g) ketentuan dalam pasal 30 ayat 2
  • Hibah

    Bantuan berbentuk uang, barang dan/atau jasa yang diberikan kepada petani peserta untuk pengembangan perkebunan rakyat yang tidak perlu dibayar kembali
  • Hortikultura

    berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, pemanenan, pengemasan dan pengiriman.
  • HPS / OE

    Harga Perhitungan Sendiri / Owner`s Esti¬mate harga standar untuk keperluan tender yang didasarkan atas kegiatan survai pasar
  • I

  • IFAD

    International Fund For Agriculture Development
  • IFS

    Integrated Farming System
  • IKR

    Intensifikasi Kapas Rakyat : Upaya meningkatkan produktifitas dan mutu produksi kapas melalui penerapan paket teknologi Sapta Usaha, untuk meningkatkan pendapatan petani, perluasan kesempatan kerja, penghematan/peningkatan devisa.
  • IKTA

    Izin untuk mempekerjakan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang. Adalah izin tertulis yang diberikan oleh Menteri Tenaga Kerja atau Pejabat yang dltunjuk kepada pemohon untuk mempekerjakan TKWNAP di Indonesia dengan menerima upah atau tidak selama waktu tertentu dan pada jabatan tertentu.
  • Inspection Service

    Pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek.
  • Inspeksi Teknis

    Kegiatan pemeriksaan dan/atau pengujian terhadap suatu pekerjaan, produk dan/atau jasa, proses, sarana dan prasarana yang spesifik, yang mengacu kepada spesifikasi teknis dengan memperhatikan segi keamanan kesehatan dan lingkungan yang telah ditentukan.
  • IPK

    Izin Pemanfaatan Kayu
  • IPKH

    Izin Pelepasan Kawasan Hutan yang dikelu¬arkan oleh Menteri Kehutanan dalam rangka penggunaan areal kehutanan untuk pembangunan Proyek PIR Transmigrasi
  • IPT

    Izin Pdaksanaan Transmigrasi yang dikeluarkan oleh Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Hutan untuk melaksanakan kegiatan transmigrasi.
  • IRSG

    International Rubber Study Group
  • ISDP

    Integrated Swamp Development Project
  • Iskara

    Intensifikasi Serat Karung Rakyat
  • ITB - NO

    Intensifikasi Tembakau Besuki Na Oogst
  • ITL - VO

    Intensifikasi Tembakau Lumajang Voor Oogst.
  • ITR

    Intensifikasi Tembakau Rakyat
  • ITV

    Intensifikasi Tembakau Virginia
  • ITVI

    Intensifikasi Tembakau Virginia Vorstenlandend
  • IUP

    Izin Usaha Perkebunan : Izin tertulis yang wajb dimiliki perusahaan untuk dapat melakukan usaha budidaya perkebunan dan atau usaha industri perkebunan
  • Izin Lokasi Perkebunan

    Izin yang diberikan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten / Kodya setempat untuk pengembangan usaha perkebunan
  • J

  • Jides

    Jaringan Irigasi Pedesaan
  • JITUT

    Jaringan Irigasi Usaha Tani
  • jkgjkhjghjk

    hdbshlagjkbhgjk;sdfhjkabgSDF
  • K

  • KBD

    Kebun Bibit Datar : Kebun bibit yang disdenggarakan untuk menyecfiakan bibit bagi kebun-kebun tebu gilng / kebun produksi
  • KBI

    Kebun Bibit Induk : Kebun bibit yang disdeng¬garakan untuk menyediakan bibit bagi Kebun Bibit Datar
  • KBP

    Kebun Bibit Pokok yaitu kebun bibit yang disdenggarakan untuk menyediakan bibit bagi Kebun Bibit Nenek (KBN)
  • KBPU

    Kebun Bibit Pokok Utama : Kebun bibit yang disdenggarakan untuk menyediakan bibit bagi Kebun bibit Pokok, Bibit disuplai oleh P3GI
  • Kebun Entres

    Kebun yang dibangun khusus untuk diambil entresnya sebagai bahan okulasi atau disambung atau disusukan dengan batang bawah.
  • Kebun Induk

    Kebun yang dibangun dengan design khusus sehingga perkawinan liar dapat dicegah, persilangan yang diinginkan dimungkinkan terlaksana, baik itu perkawinan silang secara alami maupun perkawinan buatan
  • Kebun induk

    Kebun induk (Kl) adalah kebun yang dibangun dengan rancangan khusus, sehingga perkawinan liar dapat dicegah, persilangan yang diinginkan terlaksana, baik itu perkawinan silang secara alami maupun perkawinan buatan.
  • Kebun Perbanyakan (KP)

    Kebun yang dibangun baru atau/dari kebun produksi yang dipelihara untuk menghasilkan stek.
  • Kebun Plasma

    Bagian wilayah plasma yang dibangun oieh perusahaan inti dengan jenis tanaman perkebunan tertentu yang kemudian dialihkan menjadi milik petani peserta.
  • Kegiatan P2WK

    Merupakan upaya penanganan Wilayah Khusus melalui pengembangan tanaman perkebunan pada kelompok Proyek Peningkatan Produksi Perkebunan. Wilayah-wilayah khusus tersebut meliputi : Kawasan Timur Indonesia; Wiayah Daerah Aliran Sungai; Wiayah Terpencil/Tertinggal ; Wilayah Pantai / Pasang Surut dan Wilayah Kritis.
  • Kelompok Tani (1)

    Kumpulan para petani yang terdiri dari dua puluh sampai dengan tiga puluh orang yang terikat secara non formal dalam satu wilayah kelompok yang bekerjasama atas dasar saling asih, saling asah dan saling asuh, untuk keberhasilan usaha taninya yang diketuai oleh seorang ketua kelompok.
  • Kelompok Tani (2)

    Kumpulan petani yang dibentuk atas dasar kesamaan dan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya, keakraban dan keserasian) yang dipimpin oleh seorang ketua
  • Kemitraan (1)

    Kerjasama antara petani melalui kelompok taninya dengan perusahaan pengelola yang berazazkan saling membutuhkan dan saling menguntungkan.
  • Kemitraan (2)

    Kerjasama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah atau dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau usaha besar dengan memperhatikan prinsip saling memerlukan , saling memperkuat dan saling menguntungkan.
  • KIMBUN

    Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan
  • KKK

    Suatu angka yang menunjukkan besarnya kandungan karet dalam bahan olah karet yang dinyatakan dalam persen (%)
  • KKPA (1)

    Kredit Koperasi Primer untuk Anggotanya
  • KKPA (2)

    Kredit Kepada Koperasi Primer untuk Anggotanya yang diatur melalui SK Direksi Bank Indonesia No. 28/50/Kep/DIR tanggal 10 Agustus 1995 dalam rangka pembiayaan pembangunan PIR Trans di Kawasan Timur Indonesia.
  • KKUD

    Kredit Kepada KUD dan Kredit Likuidasi Bank Indonesia dalam rangka pembiayaan pemliharaan kebun plasma di proyek PIRBUN.
  • Klon

    Benih yang diperoleh dengan pembiakan vegetatrf, baik melalui okulasi, penyambungan, susuan maupun dengan cara stek
  • Klonalisasi (1)

    Upaya perbaikan tanaman dengan cara vegetatif , dengan metode perbanyakan melalui okulasi, sambungan, stek, cangkok dan perundukan.
  • Klonalisasi (2)

    Upaya meningkatkan mutu tanaman melalui penyambungan dan okulasi
  • Komoditas Unggulan

    adalah komoditas yang diunggulkan suatu daerah yang tumbuh dan berkembang dengan baik karena sesuai dengan agroklimat setempat ( kondisi tanah dan iklim ) yang mempunyai peran sebagai berikut : - Sebagai penghasil devisa dan mempunyai pangsa pasar yang besar dalam perdagangan lokal, regional maupun global. - Sebagi sumber penghasilan dan pendapatan utama yang tersebar disebagian wilayah diantaranya sudah menjadi komoditas sosial di Jawa Barat. - Merupakan komoditas spesifik lokalita yang mempunyai keunggulan, kompetitif dan kooperatif. - Berkembang dan menjadi unggulan daerah.
  • Komoditi

    Sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka
  • Komoditi lokalita

    artinya yang tumbuh baik sesuai dengan agroklimat yang ada di salah satu kabupaten.
  • Kompos

    Jenis pupuk organik
  • Konversi / Pengalihan Kebun

    Proses penyerahan kebun plasma kebun petani kepada peserta setelah tanaman mencapai umur menghasilkan menurut jenis tanaman dan memenuhi standard fisik yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan.
  • Konversi Pinjaman

    Pengalihan biaya pembangunan kebun menjadi pinjaman petani dengan menandatangani Surat Pengakuan Hutang (SPH), yang diterbitkan oleh Bank Penyalur dan disaksikan oleh Pemimpin Proyek atau Pejabat yang diberi kuasa
  • Kopi Asalan

    Kopi biji dengan kandungan air > 16 % dan masih tercampur dengan buah kering, kulit kopi dan kotoran lainnya mencapai 25 – 35 %.
  • Kopi Hijau (green coffee)

    Kopi biji kering (warna kehijauan).
  • Kopi Organik (Bio Coffee)

    Usaha tani kopi berwawasan lingkungan dengan menerapkan budidaya bebas dan penggunaan bahan kimia buatan (pestisida dan pupuk anorganik).
  • Kredit Usaha Kecil (KUK)

    Kredit yang diberikan kepada nasabah usaha kecill dengan plafon kredit maksimum Rp 250 juta untuk membiayai usaha yang produktif. Kredit tersebut dapat berupa kredit investasi maupun modal kerja.
  • Kultivar

    Sekelompok tumbuhan yang apabila dibudidayakan untuk memperoleh keturunan akan tetap mewariskan ciri-ciri khas tumbuhan induknya seperti bentuk, rasa, buah , wama dan dari khas lainnya
  • L

  • Lateks Kebun

    Getah pohon karet yang diperoleh dan pohon karet, berwama putih dan berbau segar. Umumnya lateks kebun hasil penyadapan mempunyai KKK (Kadar Karet Kering) antara 20-30 % serta bersifat kurang mantap sehingga harus diolah sesegera mungkin.
  • Lelesan

    Pemungutan buah kopi yang jatuh disekitar pohon untuk mencegah penyebaran hama bubuk buah.
  • Lembaga Sertifikasi

    Suatu unit/instansi yang tidak memihak dan netral yang tidak diakreditasi untuk dapat melaksanakan sertifikasi.
  • Letter of Credit (L/C)

    Suatu surat yang dikeluarkan oleh Bank atas permintaan importir yang ditujukan kepada eksportir dan memberi hak untuk menarik wesel atas sejumlah uang yang disebutkan dalam L/C tersebut jika persyaratan yang tercantum dalam L/C dipenuhi.
  • LPE

    Laju Pertumbuhan Ekonomi
  • M

  • Margin Tataniaga

    Bagian pendapatan yang diperoleh oleh masing-masing pelaku tataniaga dalam saluran tataniaga.
  • Masa Leluasa

    Tenggang waktu pembayaran premi yang diberikan kepada pemegang polis yang dihitung 1 (satu) bulan kalender, yaitu sejak tanggal jatuh tempo pembayaran sampai dengan akhir bulan
  • Modal Ventura

    Suatu jenis pembiayaan berupa penyertaan modal bersifat sementara oleh Perusahaan Modal Ventura (PMV) kepada Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) baik perorangan, kdompok maupun usaha berbadan usaha dengan pola pembagian keuntungan yang akan drtentukan bersama oleh PMV dan PPU
  • Mutu fisiologis (benih)

    Gambaran dari kemampuan benih tersebut terutama untuk berkecambah, tumbuh dan berproduksi normal.
  • Mutu genetis (benih)

    Keunggulan suatu varietas yang mampu diturunkan dari induknya kepada keturunannya
  • N

  • Nikotin

    adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Nikotina berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun.
  • O

  • OECF

    Overseas Economic Cooperation Fund , merupakan lembaga bantuan Jepang yang berperan untuk membantu pengembangan ekonomi di negara berkembang.
  • Oksidasi

    menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion
  • Okulasi

    Penempelan mata tunas dari tanaman batang atas ke tanaman batang bawah yang keduanya bersifat unggul.
  • OPT

    “Organisasi Pengganggu Tumbuhan” Semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian tumbuhan.
  • Overbearing/overdrought

    Masa pembuahan berlebihan akibat kurang naungan yang akan diikuti menurunnya produksi pada tahun berikutnya.
  • P

  • P2BPTWR - IBRD

    Proyek Pengembangan Budidaya Perkebunan Terpadu Wilayah Rawa di tiga Propinsi Jambi, Riau dan Kalimantan Barat.
  • P2BPTWR - IBRD

    Proyek Pengembangan Budidaya Perkebunan Terpadu Wilayah Rawa di tiga Propinsi Jambi, Riau dan Kalimantan Barat.
  • Pajak Ekspor (PE)

    Pungutan yang dikenakan terhadap komoditi tertentu yang akan diekspor dan besarnya ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
  • Pajak Ekspor (PE)

    Pungutan yang dikenakan terhadap komoditi tertentu yang akan diekspor dan besarnya ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
  • Parit Anak (sekunder)

    Parit yang dibuat tegak lurus dengan parit induk dengan ukuran 40cm X 30 cm
  • Parit Anak (sekunder)

    Parit yang dibuat tegak lurus dengan parit induk dengan ukuran 40cm X 30 cm
  • Parit Angin

    Parit yang dibuat tegak lurus dengan parit anak dengan ukuran 20cm X 30cm
  • Parit Angin

    Parit yang dibuat tegak lurus dengan parit anak dengan ukuran 20cm X 30cm
  • Parit Induk (primer)

    Parit yang dibuat pada areal yang agak tergenang , ke arah pembuangan terdekat.
  • Parit Induk (primer)

    Parit yang dibuat pada areal yang agak tergenang , ke arah pembuangan terdekat.
  • Pasar Lelang

    Suatu kegiatan jual beli komoditi mulai dari tingkat produsen sampai tingkat konsumen.
  • Pasar Lelang

    Suatu kegiatan jual beli komoditi mulai dari tingkat produsen sampai tingkat konsumen.
  • Patogen

    Penyebab penyakit. Pada umumnya istilah ini hanya dipakai untuk jasad dalam keadaan yang sesuai dan dapat menimbulkan penyakit pada jasad lain.
  • Patogen

    Penyebab penyakit. Pada umumnya istilah ini hanya dipakai untuk jasad dalam keadaan yang sesuai dan dapat menimbulkan penyakit pada jasad lain.
  • PB

    Perkebunan Besar adalah perusahaan perkebunan yang lahannya seluas 25 ha atau lebih.
  • PB

    Perkebunan Besar adalah perusahaan perkebunan yang lahannya seluas 25 ha atau lebih.
  • PBHE

    Perhitungan Bagi Hasil Efektif : Perhitungan bagi hasil tebu rakyat yang diolah di pabrik gula
  • PBHE

    Perhitungan Bagi Hasil Efektif : Perhitungan bagi hasil tebu rakyat yang diolah di pabrik gula.
  • PBN

    Perkebunan Besar Negara
  • PBS

    Perkebunan Besar Swasta
  • PBSA

    Perkebunan Besar Swasta Asing
  • PBSA

    Perkebunan Besar Swasta Asing
  • PBSN I, II, III

    Program pembangunan perkebunan besar swasta nasional yang mendapat kemudahan dalam pendanaan melalui fasilitas kredit likuiditas BI dengan suku bunga yang rendah.
  • PBSN I, II, III

    Program pembangunan perkebunan besar swasta nasional yang mendapat kemudahan dalam pendanaan melalui fasilitas kredit likuiditas BI dengan suku bunga yang rendah.
  • PDRB

    Produk Domestik Regional Bruto
  • Pemandu Lapang (PL)

    Petugas periintan (petani) yang telah mengikuti SL PHT dan bertugas memandu pelaksanaan pelatihan (SLPHT) berikutnya.
  • Pemandu Lapang (PL)

    Petugas periintan (petani) yang telah mengikuti SL PHT dan bertugas memandu pelaksanaan pelatihan (SLPHT) berikutnya.
  • Pemangkasan

    Kegiatan pemotongan cabang dan tunas air yang tidak perlu dengan tujuan untuk mendapatkan bentuktajukyangseimbang, kokoh dan kuat sehingga penyebaran cabang dan daun merata agar penerimaan cahaya matahari merata.
  • Pemangkasan

    Kegiatan pemotongan cabang dan tunas air yang tidak perlu dengan tujuan untuk mendapatkan bentuktajukyangseimbang, kokoh dan kuat sehingga penyebaran cabang dan daun merata agar penerimaan cahaya matahari merata.
  • Pembayaran Beban Sementara

    Pembayaran langsung dana SRP3 untuk pembiayaan kegiatan UPP Perkebunan yang pelaksanaannya tidak dikontrakkan kepada pihak ketiga.
  • Pembayaran Beban Sementara

    Pembayaran langsung dana SRP3 untuk pembiayaan kegiatan UPP Perkebunan yang pelaksanaannya tidak dikontrakkan kepada pihak ketiga.
  • Pembayaran Beban Tetap

    Pembayaran langsung dana SRP3 untuk pembiayaan kegiatan UPP Perkebunan yang dikontrakkan kepada pihak ketiga.
  • Pembayaran Beban Tetap

    Pembayaran langsung dana SRP3 untuk pembiayaan kegiatan UPP Perkebunan yang dikontrakkan kepada pihak ketiga.
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)

    Dokumen yang dipakai untuk pencatatan ekspor, baik atas L/C maupun tanpa L/C yang disediakan oleh Bank Devisa untuk diisi oleh eksportir dengan sebenarnya.
  • Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)

    Dokumen yang dipakai untuk pencatatan ekspor, baik atas L/C maupun tanpa L/C yang disediakan oleh Bank Devisa untuk diisi oleh eksportir dengan sebenarnya.
  • Pembibitan Pendahuluan / Pre Nursery

    Pembibitan awal yang dilakukan untuk mengecambahkan benih.Pembibitan ini biasanya dilakukan pada kantong plastik yang berukuran kecil (14X22 cm).
  • Pembibitan Utama / Main Nursery

    Pembibitan lanjutan setelah pembibitan pendahuluan. Pembibitan ini biasanya dilakukan pada kantong plastik yang berukuran lebih besar (40 X 50 cm).
  • Pembinaan dan Pengembangan

    Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat melalui pemberian bimbingan dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi usaha yang tangguh dan mandiri.
  • Pemenggalan (Centering)

    Pemenggalan yang dilakukan pada saat tanaman telah tumbuh sehat (2-3 bulan), tinggi 40 cm.
  • Pemetikan jendangan (tipping)

    Pemetikan yang dilakukan pada tanaman muda atau pada tanaman yang baru dipangkas untuk membentuk bidang petik yang lebar dan rata.
  • Pemetikan produksi

    Pemetikan yang dilakukan setetah pemetikan jendangan sampai tanaman dipangkas kembali. Berdasarkan daun yang ditinggalkan, pemetikan produksi dapat dibedakan atas : (a) Pemetikan ringan, yaitu bila daun yang tertinggal pada perdu satu atau dua daun di atas kepel. (b) Pemetikan sedang, yaitu bila daun yang tertinggal pada bagian tengah perdu tidak ada, tetapi pada pinggir perdu ditinggalkan satu daun diatas kepel. (c) Pemetikan berat, yaitu bila pemetikan tidak meninggalkan daun sama sekali pada perdu di atas kepel.
  • Pemuliaan Tanaman

    Pemuliaan Tanaman adalah rangkaian kegiatan untuk mempertahankan kemurnian jenis dan atau varietas yang sudah ada atau menghasilkan jenis dan atau varietas baruyang lebih baik melalui upaya seleksi, hibridisasi atau persilangan, mutasi maupun rekayasa genetik.
  • Penerapan Standar

    Kegiatan menggunakan SNI sebagaimana yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian.
  • Pengalihan KKPA

    Pengalihan beban biaya KKPA yang telah disalurkan melalui Perusahaan Inti untuk pembangunan kebun plasma di PIR Trans kepada petani peserta anggota Koperasi Primer.
  • Pengembalian Kredit(Baldit):

    Uang angsuran kredit petani peserta yang disetor ke Rekening Bendaharawan Pemungut sesuai dengan jadwal pengumpulan yang ditetapkan.
  • Pengembangan Kapas Bergulir

    Kegiatan pena-naman kapas yang pada tahun pertama dibiayai dari dana APBN/APBD/Perusahaan Pengelola sebagai modal awal, seianjutnya pada musim tanam berikutnya diupayakan dapat diman-faatkan lagi dengan cara menyisihkan sebagian hasil panen minimal senilai bantuan modal awal yang diterima dan disimpan di Bank dalam bentuk simpedes/simpeda.
  • Pengendalian Mutu

    Pengawasan terhadap bahan bahan dan bahan antara agar hasil olahan tidak menyimpang.
  • Pengolahan basah (WIB : West Indische Bereiding)

    Proses pengolahan buah kopi menjadi biji kering melalui tahapan fermentasi.
  • Pengolahan kering (OIB : Oost Indische Bereiding)

    Proses pengolahan buah kopi menjadi biji kering tanpa melalui tahapan fermentasi.
  • Penyulaman

    Penggantian individu tanaman perkebunan karena mati atau kurang baik pertumbuhannya, untuk memenuhi jumlah populasi normal persatuan luas.
  • Perbenihan Tanaman

    Segala sesuatu yang berkartan dengan pengadaan, pengelolaan dan peredaran benih tanaman.
  • Peremajaan (Replanting)

    Penggantian suatu jenis tanaman perkebunan (karena sudah tua / tidak produktif) dengan jenis tanaman perkebunan yang sama dengan tanaman semula pada areal tertentu.
  • Perjanjian Kredit

    Perjanjian antara petani peserta baru dengan proyek yang dibuat sejak awal tahun pertama, yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak dan kewajiban kedua belah pihak dalam syarat-syarat kredit, pencairan kredit, penyaluran kredit, pengembalian kredit (BALDIT), sanksi serta penyelesaian perselisihan.
  • Perkebunan

    adalah usaha rakyat, pemerintah, atau pengusaha swasta dalam bentuk tanaman yang menghasilkan bahan mentah industri dan komoditas ekspor
  • Perkebunan Inti

    Perkebunan besar lengkap dengan fasilitas pengolahannya yang dibangun dan dimiliki oleh perusahaan inti dalam rangka pelaksanaan proyek PIR.
  • Perkebunan Negara

    - Dijalankan dan dikelola secara modern, seperti tehnik metode, mekanisasi, penelitian, penjualan dan administrasinya. - Ditujukan untuk keperluan ekspor dengan memperhatikan mutu. - Lahannya luas dan modalnya besar.
  • Perkebunan Rakyat

    adalah merupakan usaha perkebunan milik perseorangan atau suatu persekutuan, yang dikelola secara lebih sederhana dan modalnya pun tidak begitu besar.
  • Perluasan (New Planting)

    Penanaman pada areal bukaan baru atau pada areal bekas lahan tanaman yang tidak sejenis dengan tanaman semula.
  • Perumusan standar

    Proses merumuskan, merevisi, menetapkan dan menerapkan standar, dilaksanakan secara tertib dan bekerja sama dengan semua pihak.
  • Perundukan (Bending )

    Perundukan yang dilakukan setelah tanaman tumbuh sehat (1-1,5 bulan), dan tanaman telah mencapai tinggi 40 cm.
  • Perusahaan inti. (1)

    Perusahaan pengelola yang melaksanakan fungsi bimbingan teknis, pengo¬lahan hasil, pelayanan sarana produksi/kredit dan pemasaran hasil sambil mengusahakan usaha tani yang dimiliki/dikuasai sendiri.
  • Perusahaan Inti. (2)

    Perusahaan perkebunan yang ditunjuk oleh Menteri Pertanian sebagai inti pada Proyek PIR.
  • Perusahaan Pembimbing. (1)

    Perusahaan pengelola yang melaksanakan fungsi sama dengan perusahaan inti, tetapi tidak menyelenggarakan usaha tani sendiri.
  • Perusahaan Pembimbing. (2)

    Perusahaan yang melaksanakan fungsi bimbingan, pengolahan, pelayanan sarana produksi, kredit dan pemasaran hasil tetapi tidak menyelenggarakan usaha tani sendiri.
  • Perusahaan Penghela

    Perusahaan pengelola yang membimbing dan menampung hasil tanpa melayani fasilitas sarana produksi/kredit dan juga tidak menyelenggarakan usahatani sendiri.
  • Perusahaan Perkebunan

    Usaha budidaya perkebunan yang dilakukan di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU).
  • Peta TGHK

    Peta Tata Guna Hutan Kesepakatan yang memberikan informasi tentang penggolongan fungsi hutan oleh Menteri Kehutanan.
  • Petani Peserta

    Petani proyek PIR yang ditetapkan sebagai penerima kepemilikan kebun plasma dan berdomisili di wilayah plasma.
  • Petik merah

    Pemetikan buah merah > 95%.
  • Petugas Lapangan Proyek Terpadu (PLPT)

    Petugas yang melaksanakan pelayanan, pembinaan, bimbingan dan penyuluhan ditingkat UPP termasuk pelayanan kegiatan pengembalian pinjaman dari petani peserta sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
  • PHBM

    Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat
  • PHT

    Pengendalian Hama Terpadu Upaya pengendalian populasi atau tingkat serangan OPT dengan menggunakan satu atau lebih dari teknik pengendaiian yang dikembangkan dalam satu kesatuan untuk mencegah timbulnya kerugian secara ekonomis dan kerusakan lingkungan hidup.
  • PJBT (Perjanjian Jual Bell Tebu)

    Perjanjian tertulis mengenai jual beli tebu rakyat kepada pabrik gula.
  • PKOL

    Pimpinan Kerja Operasional Lapangan. Pabrik Gula yang berkewajiban mengkoordinasikan kegiatan di lapangan sehingga sampai pengolahan tebu menjadi gula.
  • Plasma Nutfah

    Substansi yang terdapat daiam kelompok mahluk hidup, dan merupakan sumber sifat keturunan yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan atau dirakit untuk menciptakan jenis unggul atau kultivar baru.
  • PLPT

    Petugas Lapangan Proyek Terpadu Petugas yang melaksanakan pelayanan, pembinaan, bimbingan dan penyuluhan ditingkat UPP termasuk pelayanan kegiatan pengembalian pinjaman dari petani peserta sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
  • PMV

    Perusahaan Modal Ventura
  • Pola PIR Trans

    Pola PIR yang dikartkan dengan program transmigrasi sesuai Inpres No. 1 tahun 1986.
  • Polifenol

    adalah kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dan kanker.
  • PPCL

    Proyek Pengembangan Cengkeh Lampung di Lampung.
  • PPUP

    Persetujuan Prinsip Usaha Perkebunan adalah persetujuan tertulis yang dikeluarkan oleh Menteri Pertanian atau pejabat yang ditunjuknya, yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan persiapan fisik kebun, penye-lesaian hak atas tanah, impor bibit, mesin / peralatan penggunaan tenaga kerja asing dan administrasi lainnya yang mendukung pem-bangunan kebun.
  • PR

    Perkebunan Rakyat adalah Usaha tanaman perkebunan yang diselenggarakan atau dikelola oleh perorangan tidak berbadan hukum di atas tanah hak milik.
  • Predator

    Pemangsa OPT.
  • Produksi Benih Bina

    Produksi Benih Bina adalah usaha yang terdiri atas serangkaian kegiatan untuk menghasilkan benih bina.
  • Produsen Benih

    Orang/badan hukum ya ng bergerak dalam produksi benih untuk keperiuan perda-gangan dan penanaman.
  • Produsen Importir (PI)

    Semua produsen yang mendapat izin perdagangan khusus untuk mengimpor sendiri barang yang sejenis dengan yang dihasilkannya ke dalam wilayah pabean Indonesia.
  • Program IDAPERTABUN

    Program Iuran Dana Peremajaan Tanaman Perkebunan.
  • Protein nabati

    adalah protein yang berasal dari tumbuhan, misalnya kacang-kacangan, umbi-umbian, padi-padian.
  • Proyek PIR (khusus dan lokal)

    Trans : Suatu kegiatan pembangunan inti dan plasma yang dilaksanakan oleh perusahaan inti dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan Pola PIR Trans dan biayanya bersumber dari dalam negeri metalui pola pembiayaan Kredit Investasi Bank Indonesia.
  • Proyek PIR (khusus)

    Swadana yang dilaksanakan dimana sebagian besar petani pesertanya adalah transmigran.
  • Proyek PIR (Lokal)

    Swadana yang dilaksanakan di sekitar Perkebunan Besar yang teiah ada sebagai Inti dan sebagian besar petani peser¬tanya penduduk lokal.
  • Proyek PIR (swadana):

    BUN yang seluruh biayanya bersumber dari dana dalam negeri yang terdiri dari Proyek PIR.
  • Proyek PIR Berbantuan atau NES (Necleus Estate and Smallholder)

    Proyek PIR BUN yang sebagian biayanya bersumber dari Dana Luar Negeri Proyek PIR Trans di Kawasan Timur Indonesia. Suatu kegiatan pembangunan inti dan plasma yang dilaksanakan oleh perusahaan inti dalam jangka waktu tertentu dengan meng- gunakan Pola PIR Trans dan biayanya bersumber dan dalam negeri melalui pola pembiayaan KKPA khusus untuk Propinsi di Wilayah KTI. PRPTE. : Proyek Peremajaan Rehabilitasi dan Perluasan Tanaman Ekspor di 25 Propinsi.
  • Prudent Shopping

    Pengadaan dengan cara pembeiian langsung.
  • PTPN VIII

    Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara VII
  • Pupuk hayati

    adalah biofertilizer yaitu bisa diartikan sebagai pupuk yang hidup
  • Pupuk Kimia

    pupuk yang dibuat secara kimia atau juga sering disebut dengan pupuk buatan.
  • Pupuk Organik

    pupuk yang dibuat dari bahan-bahan organik atau alami.
  • Q

  • R

  • Racutan

    Pemetikan dilakukan pada buah kopi yang tertinggal di pohon (lebih kurang 10%) besarnya > 5mm.
  • Rainfed

    Suatu sistem bercocok tanam di lahan kering/tegalan.
  • Ratoon

    Tunas yang tumbuh setelah tebu dikepras atau ditebang.
  • Raw Sugar

    Gula "setengah jadi" berbentuk kristal berwarna merah coklat untuk diproses lebih lanjut menjadi gula rafinasi.
  • Rayungan

    Bibit stek batang yang tunasnya telah tumbuh dan diperoleh dengan pemangkasan pucuk batang tebu bibrt yang bersangkutan terdiri dari satu atau dua tunas tiap stek.
  • RDI

    Rekening Dana Investasi.
  • RDKK

    Rencana Difinitif Kebutuhan Kelompok.
  • RDPWP

    Peta “ Rencana Dasar Pengembangan Wilayah Perkebunan “ Peta yang memberikan informasi tentang areal potensial untuk pengembangan usaha perkebunan yang disahkan oleh Gubernur dan instansi terkait setempat serta diketahui oleh Direktur Jenderal Perkebunan.
  • Regu Proteksi

    Sejumlah (3 sampai 5 orang) anggota kelompok tani yang mempunyai keterampilan khusus perlindungan tanaman.
  • Rekayasa genetik

    Pemindahan bahan genetik dari sel suatu jenis ke jenis lain yang tidak memiliki hubungan kekerabatan dan dapat menampilkan sifat yang dibawanya didalam sel penerima.
  • Rekening khusus Bendaharawan Pemungut

    Rekening yang dibuka di Bank Pemerintah terdekat untuk menampung pengembalian pinjaman petani peserta dari kantor-kantor cabang Bank penyalur di lokasi proyek UPP Perkebunan.
  • Rekening Penampungan Pengembalian Pinjaman

    Rekening Direktur Jenderal Lembaga Keuangan yang dibuka di kantor cabang Bank Penyalur di Jakarta untuk menerima setoran pengembalian pinjaman petani peserta dari kantor kantor cabang Bank Penyalur di lokasi proyek UPP Perkebunan.
  • Rekening Pengembalian Kredit (Rek.Baldit)

    Rekening Bagian Proyek yang ditanda tangani oleh Pemimpin Bagian Proyek dan Benda¬harawan Penerima yang dibuka di Bank yang ada di wilayah kerja UPP untuk menampung setoran Baldit petani.
  • Rekening Petani

    Rekening yang dibuka atas nama petani peserta untuk menampung setoran pembayaran Biaya Tenaga Kerja/Labour Incen¬tive Payment (LIP).
  • Rekonvit

    Rekonsolidasi dan Revitalisasi
  • Rendemen Tebu

    Jumlah kilogram hablur yang dihasilkan Pabrik Gula dari 100 kg tebu yang diolah.
  • Resdit

    Resiko Kredit
  • Residu Pestisida

    Sisa pestisida yang terdapat dalam suatu bahan.
  • Resiko Pembiayaan Proyek UPP Perkebunan

    Sebagian atau seluruh jumlah pembiayaan proyek UPP Perkebunan yang tidak dapat dibebankan sebagai pinjaman petani yang timbul akibat terjadinya kegagalan tanaman maupun non tanaman yang disebabkan hal-hal diluar jangkauan petani peserta.
  • Retensi Kopi

    Kesepakatan negara negara anggota Asosiation of Coffee Producing Countries (ACPC) untuk mengurangi supply kopi dengan penangguhan sementara sebesar 0-20 % dari jumlah ekspor sesuai dengan perkembangan harga di pasar internasional.
  • Revitalisasi Perkebunan

    adalah upaya percepatan pengembangan perkebunan melalui perluasan peremajaan dan rehabilitasi tanaman perkebunan.
  • Reynoso

    Suatu sistem bercocok tanam tebu di Pulau Jawa yang menerapkan teknologi drainase dan pengairan yang efektif yang diketemukan oleh Tuan Reynoso dan biasanya diterapkan di lahan sawah.
  • RKAP

    Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan.
  • RNI

    Rajawali Nusantara Indonesia
  • Rodentisida

    Pestisida yang digunakan untuk mengendalikan tikus (rodentia).
  • RP3

    “ Rencana Pembiayaan Proyek PIR Trans “ yang diajukan oleh Perusahaan Inti kepada Menteri Pertanian serta instansi terkait, yang selanjutnya dibahas oleh Tim Teknis.
  • RPTKA

    “ Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Warga Negara Asing Pendatang “ : Rencana penggunaan tenaga kerja warga negara asing pendatang yang mdiputi jabatan, jumlah dan jangka waktu serta rencana penggantiannya oleh Tenaga Kerja Indonesia.
  • RSS

    “ Ribbed Smoked Sheet “ : Lembaran karet yang telah digiling dikeringkan dengan pengasapan.
  • RSS

    Rusak Sama Sekali
  • RTL

    Rencana Tindak Lanjut
  • S

  • Sanitasi

    Tindakan pembersihan kebun dari sumber infeksi/inokulum.
  • Sanitasi

    Tindakan pembersihan kebun dari sumber infeksi/inokulum.
  • SAPTA USAHA ANJURAN

    Tujuh upaya yang dianjurkan dalam melaksanakan Program Intensifikasi Tembakau, yaitu : Pemakaian benih unggul, Pengolahan tanah sesuasi baku teknis, Pengolahan tanah sesuai 4 tepat (jenis, dosis, waktu dan cara), Penyediaan air dan prakiraan cuaca, Perlindungan tanaman terhadap hama penyakit, Panen, Pengolahan hasil sesuai anjuran.
  • SAR

    Staff Appraisal Report
  • Sayur-sayuran

    merupakan nama yang diberi kepada makanan pokok yang dimakan oleh manusia, tetapi tidak termasuk dalam kategori buah-buahan, kacang-kacangan, herba, rempah.
  • SBH

    Sistem Bagi hasil, yaitu tatacara pembagian hasil hablur antara petani pemilik tebu dan pabrik gula berdasarkan tingkat rendemen tebu.
  • SEKBERTAL

    Asosiasi Sektoral Kebersamaan Industri Permintalan
  • Seleksi

    Kegiatan pemilihan dari suatu populasi jenis tanaman untuk mendapatkan varietas unggul.
  • Self Compatible

    Pembuahan tidak terjadi melalui penyerbukan silang.
  • Self Incompatible

    Pembuahan tidak terjadi melalui penyerbukan sendiri.
  • Sertifikasi benih

    Proses pemberian sertifikat benih tanaman setelah melalui pemeriksaan, pengujian dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk diedarkan.
  • Sertifikat Mutu

    Surat pernyataan yang dikeluarkan oleh laboratorium Penguji Mutu, yang menyatakan bahwa partai barang yang diekspor telah memenuhi persyaratan mutu Standar Perdagangan (SP) berdasarkan hasil uji contoh barang yang mewakili partai barang yang siap diekspor.
  • SIPRAB

    Sistem Penetapan Rendemen Adil dan Berimbang, yaitu suatu cara untuk mewujudkan keseimbangan rendemen bagi tanaman tebu rakyat yang digiling sepanjang masa giling.
  • SIR

    Standar Indonesian Rubber.
  • Sistem mixed farming

    pertanian terpadu
  • Sistem Resi Gudang

    atau dalam bahasa asing disebut warehouse receipt system adalah dokumen bukti kepemilikan barang yang disimpan di suatu gudang yang diterbitkan oleh pengelola gudang dan merupakan sekuriti yang menjadi instrumen perdagangan serta merupakan bagian dari sistim pemasaran dan sistim keuangan dari banyak negara industri.
  • Sistem Tanaman Tertutup

    Apabila tanaman yang diusahakan mengelompok dalam satu/lebih bidang hamparan yang jelas batasnya dengan jarak teratur. Sistem tanaman tertutup terbagi atas tiga yaitu : Tanaman tunggal, tanaman campuran dan tanaman tumpang sari, (a) Monokultur (tanaman tunggal ) Adalah satu jenis tanaman yang ditanam dalam satu bidang lahan dan tidak tercampur dengan tanaman tahunan lainnya. (b) Tanaman campuran Adalah dua atau lebih jenis tanaman yang ditanam didalam satu bidang lahan.
  • Sistim Komputerisasi Baldit

    Komputerisasi dai sistem pengembalian kredit, yang terdiri dari modul yaitu : (1) Modul Data Petani (2) Modul Jadwal Angsuran Kredit (JAK) (3) Modul Kredit Master Petani (4) Modul Input Transaksi (5) Modul Posting (6) Modul Pelaporan.
  • Sit Angin

    Lembaran tipis yang berasal dari penggumpalan lateks kebun dengan menggunakan asem semut, dikempa airnya dengan cara penggilingan dan dikeringkan dengan cara pengangin-anginan.
  • SL-PHT

    “ Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu “ Pelatihan petugas dan petani secara berjenjang yang bertujuan untuk memasyarakatkan PHT (Pengendalian Hama/Penyakit Terpadu).
  • Sortasi

    Suatu kegiatan untuk pemisahan bentuk dan warna biji agar diperoleh klas-klas mutu biji.
  • Specialty Coffee

    Kopi dengan citarasa khusus yang dihasilkan suatu wilayah tertentu dan dikenal/disukai konsumen.
  • SPI

    Standar Pertanian Indonesia
  • SPT

    Sistem Pembelian Tebu, tatacara penyerahan tebu dari petani/kelompok tani kepada Pabrik Gula, dimana petani/kelompok tani menerima pembayaran harga tebu yang ditetapkan berda¬sarkan bobot tebu dan mutu tebu.
  • SRP3

    Surat Rencana Pembiayaan Pembangunan Perkebunan.
  • SSN

    Sistem Standardisasi Nasional yaitu perumusan standar yang dimaksudkan untuk menghasilkan rancangan S N I.
  • Stek pucuk (topstek)

    Bahan tanam yang diambil dari pucuk batang tebu giling dengan jumlah buku dua atau lebih.
  • Sulur Buah

    Sulur berasal dari buah dan mempunyai akar lekat pada setiap buku ruasnya, mempunyai percabangan sympodial, tumbuh mendatar (plagiotrop) dan daunnya berbentuk asymetri.
  • Sulur Gantung

    Sulur panjat yang tumbuhnya menggantung.
  • Sulur Panjat

    Sulur yang mempunyai akar lekat pada setiap buku ruasnya.
  • Sulur Tanah

    Sulur panjat yang menjalar dipermukaan tanah.
  • Sumpingan

    Bibit yang ditanam pada ujung juringan, digunakan sebagai bahan sulaman jaringan sekitarnya.
  • Supervisi

    Peninjauan pelaksanaan kegiatan sekaligus memberikan bimbingan dalam penyempurnaan pencapaian tujuan.
  • Surat Keterangan Asal (SKA)

    Surat keterangan yang diterbitkan oleh Menteri Perdagangan atau pejabat yang ditunjuk olehnya untuk dipergunakan sebagai dokumen penyerta barang yang diekspor dari wilayah Indonesia yang membuktikan bahwa barang tersebut berasal/ dihasilkan dan atau diolah di Indonesia.
  • Surat Pernyataan Mutu (SPM)

    Surat pernyataan dari eksportir bahwa barang yang akan diekspor telah memenuhi persyaratan mutu dalam mutu Standar Perdagangan (SP).
  • Surat Persetujuan Ekspor Kopi (SPEK)

    Surat yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Departemen Perdagangan setempat untuk merealisir ekspor kopi sesuai dengan jumlah permintaan eksportir yang bersangkutan.
  • Surat Persetujuan Penerusan Kredit (SPPK)

    Dokumen Perjanjian antara Pemerintah dan Bank penyalur dalam rangka pengadministrasian pinjaman pemerintah kepada petani peserta proyek UPP perkebunan yang antara lain memuat hak/kewajiban kedua belah pihak. ketentuan perkreditan termasuk mekanisme pendanaan, pengembalian pinjaman petani dan resiko pembiayaan.
  • T

  • Tajar/Tiang Panjat

    Tiang/penegak yang digunakan sebagai tempat tumbuhnya bibit atau tanaman agar dapat tumbuh ke atas. Tiang panjat ini dibedakan tiang panjat hidup (dadap, tun, kapok, dan lain sebagainya) dan tiang panjat mati (kayu besi, ulin, gelam dan lain sebagainya).
  • TBM

    Tanaman Belum Menghasilkan
  • TBS

    Tandan Buah Segar
  • Tegalan

    adalah lahan kering yang ditanami dengan tanaman musiman atau tahunan, seperti padi ladang, palawija, dan holtikultura. Tegalan letaknya terpisah dengan halaman sekitar rumah.
  • Teh hijau

    adalah nama teh yang dibuat dari daun tanaman teh (Camellia sinensis) yang dipetik dan mengalami proses pemanasan untuk mencegah oksidasi, atau bisa juga berarti minuman yang dihasilkan dari menyeduh daun teh tersebut.
  • Teknologi mekanisasi

    dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efesiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan megurangi beban kerja petani.
  • Tembakau

    (Nicotiana spp., L.) adalah jenis tanaman yang berdaun lebar yang berasal dari daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan.
  • TM

    Tanaman Menghasilkan
  • TMK

    Tanam Musim Kemarau yang dilaksanakan pada periode April s/d September.
  • TOT

    Training Of the Trainer.
  • TPK

    (Tempat Pelayanan Koperasi) : Tempat pelayanan yang ditempatkan pada beberapa kelompok tani karena dalam satu lokasi PIR BUN daerah operasionalnya cukup luas dengan anggota yang banyak sehingga rentang kendalinya sangat luas.
  • Tri Dharma Perkebunan

    1. Perkebunan sebagai sumber devisa negara 2. Perkebunan sebagai pencegah erosi dan kesuburan tanah. 3. Perkebunan untuk memperluas lapangan pekerjaan
  • TT

    Tanaman Tua
  • TTR

    Tanaman Tua Rusak
  • TTVIP

    Tanam Musim Penghujan yang dilaksanakan pada periode Oktober s/d Maret.
  • Tumpangsari

    merupakan suatu usaha menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dalam waktu yang sama, yang diatur sedemikian rupa dalam barisan-barisan tanaman.
  • U

  • UBP

    Usaha Budidaya Perkebuan : Serangkaian kegiatan pengusahaan tanaman perkebunan yang meliputi kegiatan pratanam, penanaman, pemeliharaan tanaman dan pemanenan termasuk perubahan jenis tanaman.
  • UIP

    Usaha Industri Perkebunan : serangkai kegiatan pengolahan produksi tanaman perkebunan yang bertujuan untuk memperpanjang daya simpan dan atau meningkatakan nilai tambah.
  • UP

    Usaha Perkebunan : Kegiatan untuk melakukan usaha budidaya dan atau usaha industri perkebunan.
  • Up Rooting

    Pembongkaran tanaman yang beraJih fungsi dari jenis tanaman semula menjadi jenis tanaman lain atau untuk non tanaman.
  • UPH

    Unit Pengolahan Hasil
  • UPP

    Unit Pelayanan Pengembangan Perkebunan dalam rangka pembangunan kebun rakyat yang mdiputi UPP Swadana/BLN.
  • UPTD

    Unit Pelaksana Teknis Daerah
  • V

  • Varietas

    Varietas adalah bagian dari suatu jenis yang ditandai dengan bentuk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan alam jenis yang sama.
  • Varietas

    Varietas adalah bagian dari suatu jenis yang ditandai dengan bentuk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan alam jenis yang sama.
  • Varietas Unggul

    Varietas yang memiliki keunggulan produksi dan mutu hasil. tanggap terhadap pemupukan, toleran terhadap hama dan penyakrt utama, umur genjah, tahan terhadap kerebahan dan tahan terhadap (cekaman) lingkungan.
  • Varietas Unggul

    Varietas Unggul adalah varietas yang telah dilepas oleh pemerintah, baik berupa varietas baru maupun varietas lokal yang mempunyai kelebihan dalam potensi hasil dan atau sifat-sifat lainnya. Varietas adalah bagian suatu jenis yang ditandai oleh bentuk tanaman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam jenis yang sama.
  • Varietas Unggul

    Varietas Unggul adalah varietas yang telah dilepas oleh pemerintah, baik berupa varietas baru maupun varietas lokal yang mempunyai kelebihan dalam potensi hasil dan atau sifat-sifat lainnya.
  • W

  • Wash/pencucian

    Kegiatan menghilangkan sisa-sisa selaput berdaging yang menempel pada kulit biji.
  • WR

    Winter Rendemen adalah suatu besaran efisiensi yang menunjukkan perbandingan antara hablur gula yang dihasilkan dengan hablur bentuk batang, daun dan lainnya.
  • www

    Word Wide Web
  • X

  • Y

  • Z